MANUSIA DAN KEBUDAYAAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
DOSEN PENGAMPU:
BAITI RAHMAWATI, M.Sos
PENYUSUN:
RISA NOVITA AYU (B74219058)
SANDRA DILA EKA SARI (B74219059)
SYIFA’ YULISTIO A. (B74219060)
PRODI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, maka selesailah penyusun buku dengan judul Manusia dan kebudayaan .
Buku ini disusun dengan berjudul manusia dan kebudayaan. Dimana makalah ini menjelaskan tentang pengertian kebudayaan, problematika kebudayaan,manusia sebagai pencipta kebudayaan, hakikat manuisa sebagai kebudayaan,hakikat manusia masyarakat dan kebudayaan. Pada makalah ini disusun sebagai upaya untuk membantu mahasiswa dalam memahami masalah-masalah dan konsep-konsep yang berhubungan dengan manusia dan kebudayaan.
Pada kesempatan ini kami menghaturkan terima kasih kepada teman-teman dan sahabat yang telah membantu menyelesaikan buku ini .
Kesempurnaan hanya milik Allah.Manusia hanya mampu berusaha secara maksimal. Untuk ini saya meminta maaf apabila terjadi kesalahan ketik ataupun informasi didalam buku ini untuk itu saya ucapkan terimakasih.
DAFTAR ISI
A. PENGERTIAN MANUSIA 5
a. Manusia dan Kebudayaan : suatu proses timbal balik 7
b. Manusia sebagai makhluk budaya 12
B. PENGERTIAN BUDAYA 21
C. ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA 24
D. PERWUJUDAN KEBUDAYAAN 27
E. SUBSTANSI (ISI) UTAMA BUDAYA 28
F. SIFAT-SIFAT BUDAYA 30
G. SISTEM BUDAYA 31
H. MANUSIA SEBAGAI PENCIPTA DAN PENGGUNA KEBUDAYAAN 32
I. PENGARUH BUDAYA TERHADAP LINGKUNGAN 33
J. PROSES DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN 33
K. PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN 34
L. PERUBAHAN KEBUDAYAAN 34
1.PENGERTIAN KEBUDAYAAN 35
2. KEANEKARAGAMAN KEBUDAYAAN 36
3. KEBEBASAN MANUSIA DALAM MENCIPTAKAN KEBUDAYAAN 36
4.TANGGUNGJAWAB MANUSIA TERHADAP KEBUDAYAAN 37
5. MANUSIA DICIPTAKAN OLEH KEBUDAYAAN 37
6.Pengertian kebudayaan 41
7. Memahami kebudayaaan 42
8. Sifat-sifat kebudayaan 44
9.Budaya daerah 45
10.strategi kebudayaan 46
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
A.PENGERTIAN MANUSIA
Menurut Ismail Rajfi manusia adalah makhluk kosmis yang sangat penting, karena dilengkapi dengan semua pembawaan dan syarat-syarat yang diperlukan.Manusia mempunyai kelebihan yang luarbiasa, kelebihan itu adalah dikaruniainya akal.Dengan dikaruniaakal, manusia dapat mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya serta mampu mengatur dan mengelola alam semesta ciptaan Allah adalah sebagai amanah. Selain itu manusia juga dilengkapi unsur lain yaitu qolbu (hati) .
Kesempurnaan manusia tersebut sebagai tercantum pada al-qur’an terdapat pada surah At-Tin ayat 4 sebagaimana yang berbunyiberikutini;
قَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
Manusia selain memiliki kelebihan dalam hal penciptaan oleh-Nya, manusia juga diberikan akal dan hati sebagai pengontrol dalam menjalani kehidupannya.Akal dan hati merupakan gerbang menuju kesuksesan, sukses di dunia maupun sukses di akhirat. Mengapa demikian?,karena akal dan hati merupakan pusat (central) utama dalam mengendalikan nafsu dan tindakan manusia, maka dari itu setiap manusia dianjurkan untuk menggunakan akal dan hati sebelum mengambil suatu keputusan ataupun tindakan, agar keputusan atau tindakan yang diambilnya bukan semata-mata karena nafsu.
Adapun proses penciptaan manusia setelah melewati fase pertama (alam kandungan), selanjutnya m masuk alam kedua yaitu alam dunia (setelah lahir). Pada fase ini manusia dilahirkan dalam keadaan telanjang, tanpa mengenal sehelai benangpun dan pada fase ini bayi putih bagaikan kertas putih yang bebas dari kotoran (keadaan fitrah). Fase ini sebagaimana yang dijelaskan oleh al-quran pada surah Al-Mu’min ayat 67 berikutini :
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا شُيُوخًا ۚ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّىٰ مِنْ قَبْلُ ۖ وَلِتَبْلُغُوا أَجَلًا مُسَمًّىوَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya)”.
Manusia mempunyai aturan main tersendiri dalam hidupnya di masyarakat, karena itu menurut Rapl Linton dalam mengatur hubungan antar manusia diperlukan design for living atau garis garis petunjuk dalam hidup sebagai bagian budaya, misalnya :
1) apa yang baik dan buruk, benar-salah, sesuai-tidak sesuai dengan keinginan (valuational elements)
2) bagaimana orang harus berlaku (priscriptrive elements)
3) perlu tidaknyadiadakan upacara ritual adat atau kepercayaan, (cognitive elements), misalnya :kelahiran, pernikahan, kematian.
a. Manusia dan Kebudayaan : suatu proses timbal balik
1. Manusia menciptakan kebudayaan
Hubungan antara manusia dengan lingkungannya bersifat khas.Makhluk-makhluk bukan manusia dikuasai secara menyeluruh oleh hukum-hukum alam yang tidak disadari. Maka dapat dikatakan bahwa mereka adalah bagian dari lingkungan alam ,sebab:
a) Relasi mereka dengan alam ditentukan secara tak terelakkan dan tak terubuhkan.
b) Mereka telah dilengkapi dengan sarana biologisyang diperlukan untuk berkembang dan bertahan di tengah alam. Mereka dibekali alat-alat bawaan untuk mempertahankan diri. Contoh: ular yang berbisa.
Manusia berlainan sekali.
a) Relasinya dengan lingkungan disadarinya dan harus dikembangkan sendiri secara bebas
b) Ia tidak dilengkapi dengan segala sarana yang diperlakukan demi ketahanan dan pengembangan hidupnya.
Dapat dikatakan bahwa dalam diri manusia, alam raya mencapai puncak aktualisasinya. Artinya, semua bakat yang terdapat dalam alam raya dapat diperkembangkan sepenuhnya oleh manusia .
Manusia berakar sepenuhnyadalam alam raya dan sekaligus mengambil jarak darinya.Ini berarti bahwa dalam segala aktivitasnya, juga yang bersifat rohani, manusia mengajak alam raya untuk turut serta.Cita-cita rohaniyah juga diberi bentuk dalam alam material, sehingga dengan demikian karya manusia mengundang arti simbolik. Hal ini terlihat misalnya dalam aneka ragam bentuk rumah yang terdapat dikawsan negara kita. Rumah dibangun tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan jasmani, akan tetapi juga dibuat menurut konsep tertentu, misalanya melambangkan keseleraan dengan alam seperti gunung- gunung dan lain sebagainya.
2. Pengertian kebudayaan
Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai hasil pengungkapan diri manusia kedalam materi sejauh diterima dan dimiliki oleh suatu masyarakat dan menjadi waisannya .
Manusia harus menciptakan suatu kebudayyan, sebab tanpa kebudayaan ia makhluk yang tidak berdaya, yang menjadi korban dari keadaannya yang tidak lengkap dan naluri-nalurinya yang tidak terpadu. Misalnya: andaikata ia tidak dapat membuat senjata ia tidak dapat mempertahankan diri. Relasi dengan sesama manusia harus dibudayakan, sebab kalau tidak, hidup bersama menjadi mustahil.
Hubungan dengan sesama manusia jauh lebih utama dari pada hubungan manusia dengan alam raya, karena berpangkal pada sifatnya yang rohani.ia dilahirkan dari persatuan rohani dan jasmani antara wanita dan pria.Dengan bergaul dengan sesame, seorang anak menjadi manusia sungguh-sungguh. Hanya dengan bergaul dengan sesama manusia, hanya dengan mencintai sesama manusia dan menyerahkan diri kepadanya maka manusia mencapai kebahagiaan dan kesempurnaan. Sifat kesosialan masih akan dibicarakan dalam bab tersendiri, namun disini yang perlu diperhatikan ialan manusia juga mengatur hubungan dengan sesama manusia dengan menciptakan perantara-perantara(institusi), misalnya: ketatanegaraan, peradilan, dan sebaginya.
3. Kebebasan manusia dalam menciptakan kebudayaan.
Sebagai makhluk jasmani dan rohani, manusia mengatasin alam raya. Untuk sebagian ia terkait dengan alam,selalu harus mengajak alam untuk turut serta dalam segala kegiatan tetapi di lain pihak, ia mengatasi alam . artinya ia bebas mengubah alam dan memilih dari banyak kemungkinannya. Contoh bunyi. Kebebasan merupakan sifat khas dan kodrat manusia sebagai makhluk rohani.atas keputusannya sendiri ia dapat berpantang dan berpuasa misalnya, ia dapat menentukan hari-hari tertentu dan minggu-minggu tertentu untuk berpuasa. Karena kebebasannya ia dapat merencanakan hari depannya, ia dapat mendirikan lembaga untuk melestarikan kebudayaan tradisional;ia menentukan bahwa Indonesia sebagai bahasa nasional bangsa Indonesia, ia dapat menentukan dimana dan bagaimana progam transmigrasi harus dilaksanakan, dan seterusnya.
4. Manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan
Tercipta atau terwujudnya suatu kebudayaan adalah sebagai hasil interaksi antara manusia dengan segala isi alam raya ini. Manusia memiliki kemampuan daya antara lain akal, intelgensia, dan intuisi;perasaan dan emosi;kemauan; dan perilaku.
Dengan sumber-sumber kemampuan daya manusia tersebut, maka nyatalah bahwa manusia menciptakan kebudayaan.Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan.Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena ada manusia penciptanya dan manusia dapat hidup di tengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendukungnya. Dialektika ini didasarkan pada pendapat Peter L. Bereger(1929), yang menyebutkan sebagai dialektika fundamental. Dialektika fundamental ini terdiri atas tiga tahap:
a) tahap ekstnalisasi
b) tahap objektivitas
c) tahap internalisasi
Tahap eksternalisasi adalah proses pencurahan diri manusia secara terus-menerus kedalam dunia melalui aktivitas fisik dan mental. Tahap objektivitas adalah tahap aktivitas manusia menghasilkan suatu realita objektif, yang berada diluar diri manusia.Tahap internalisasi adalah tahap dimana realitas objektif hasil ciptaan manusia diserap oleh manusia kembali. Jadi,ada hubungan berkelanjutan antara realitas internal dengan realitas eksternal.
Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya, sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai beriku:
a) Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya.
b) Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
c) Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
d) Pembeda manusia dan binatang
e) Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertinak dan berperilaku didalam pergaulan.
f) Pengaturan agar manusia dapat mengerti bagimana seharusnya bertindak,berbuat, menetukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
g) Sebagai modal dasar pembangunan
Manusia merupakan makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan. Begitu pula manusia hidup dan tergantung pada kebudayaan sebagai hasil ciptaannya.
Kebudayaan mempunyai fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat,berbagai macam kekuatan harus dihadapi manusia dan masyarakat seperti kekuatan alam dan kekuatan lain. Selain itu, manusia dan masyarakat memerlukan kepuasan baik secara spiritual maupun material.
b.Manusia sebagai makhluk budaya
1. Hakikat manusia sebagai makhluk budaya
Siapakah sebenernya manusia itu? Dengan pertanyaan tersebut sejauh ini telah menghasilkan bermunculannya berbagai teori, konsep,konstruk pemikiran bahkan telah berkembang menjadi banyak aliran terkait pemikiran tentang hakikat manusia. Secara sederhana alirann tersebut dapat diklasifisikan dalam beberapa aliran utama, yaitu materialism,idealism, realism, dan aliran agamawan(teologis).
Untuk aliran materialism misalnya mempunyai pemikiran bahwa materi atau zat merupakan satu-satunya kenyataan, karena itu semua peristiwa dapat terjadi melalui proses material. Demikian juga ada anologi yang terjadi pada manusia,yakni kejadian ‘ada’nya adalah juga bagian dari proses-proses material itu sendiri. Aliran ini baik dari kalangan aliran materialism didaktik atau humanities, keduanya tidak mengenal adanya kenyataan bersifat sepiritual.Karena itu, bagi bagi aliran ini kenyataan yang sebenarnya adalah alam semesta yang bersifat badaniah.
Menurut aliran idealism bukan materi yang menjadi ‘kenyataan’,tetapi kenyataan yang sebenarnya adalah ‘ide’ yang bersifat rohani dan atau intelegensi. Karena itu manusia oleh aliran ini dipandang bukan sebagai materi tetapi makhluk yang berjiwa atau berkerohanian.
Pandangan realisme adalah hakikat asli dan abadi.Hakikat manusia dengan demikian adalah dapat dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian, dan sekaligus makhluk material.
Aliran teologis ini jika dicermati tidak memiliki irisan degan pemikiran aliran-aliran sebelumnya. Karena mereka cenderung meletakkan kedudukan manusia secara brbeda dengan makhluk lain dimuka bumi , yakni karena hubungannya dengan tuhan. Artinya manusia menurut aliran ini diyakini sebagai makhluk materi, makhluk rohani, tetapi keduanya tidak bersifat abadi dan atau sebagai hakikat asli.Menurut aliran ini, hakikat asli atau kenyataan utama adalah Tuhan itu sendiri.
2. Hakikat manusia dalam kebudayaan
Terdapat dua aliran pemikiran yang berusaha memberikan kerangka bagi pemahaman tentang pengertian kebudayaan ini, yaitu aliran ideasional dan aliran behaviourisme/materialism.Dari berbagai definisi yang telah dibuat tersebut, Koentjaraningrat berusaha merangkum pengertian kebudayaan dalam tiga wujudya, yaitu kebudayaan sebagai wujud cultural system,social system, danartifact.Artinya kebudayaan tersusun atas beberapa komponen utama, yaitu yang bersifat kognitif, normatif, dan material.
Sayangnya kemudian, cara pandang orang meihat kebudayaan sering akli terjebak dalam sifat chauvinism, yaitu membanggakan kebudayaan sendiri dan menganggap rendah kebudayaan lain.
Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, karena menjadi manusia tidak lain adalah merupakan bagiandari hasil kebudayaan itu sendiri. Hampir semua tindakan manusia merupakan produk kebudayaan.kecuali tindakan yang sifatnya naluriah saja(animal instinct) yang bukan merupakan kebudayaan. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar, seperti melaluiproses internalisasi, sosialisasi, dan akulturasi.karena itu, budaya bukanlah sesuatu yang statis dan kaku,tetapi senantiasa berubah sesuai perubahan sosial yang ada.
Selanjutnya hubungan antar manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan.Manusia mempunyai empat keduudkan terhadap kebudayaan, yaitu; 1) penganut kebudayaan, 2) pembawa kebudayaan, 3) manipulator kebudayaan, dan 4) pencipta kebudayaan. Sebagai penganut kebudayaan seseoarnag hanya menjadi pelaku tradisi dan kebiasaan yang berkembang dalam masyarakatnya. Sebaliknya pembawa kebudayaan adalah pihak luar dan anggota masyarakat setempat yang membawa budaya asing atau baru dalam tatanan masyarakat setempat.Tidak semua anggota masyarakat dapat beradaptasi dengan budaya baru yang dating dari luar.Umumnya, budaya baru sulit di terima dan butuh waktu bertahap untuk penyesuaian jika budaya abru tersebut ada kemungkinan diterima.Sementara manipulator kebudayaan adalah anggota masyarakat yang melakukan aktivitas kebudayaan atau mengatasnamkan budaya setempat tetapi tidak sesuai dengan nilai-nilai atau ide luhur sebagaimana yang seharusnya dlakukan.Kedudukan tertinggi adalah manusia sebagai pencipta kebudayaan, yaitu mendorong secara sadar atau tidak sadar ke semua lapisan masyarakat untuk melakukan revitalisasi kebudayaan lama atau mencipta dan menemukan kembali kesepakatan baru terkait ide, aktivitas bermasyarakat, atau budaya baru yang dapat diterma secara massif.
Dengan demikian maka definitif makna kebudayaan sendiri adalah keseluruhan pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai bagian dan anggota masyarakat.Manusia memiliki kemmapuan dasar selain instingtif juga kemampuan untuk terus belajar, berkomuniksi dan menguasai objek-objek yang bersifat fisik. Dengan kemampuan berkomunikasi dn belajar menjadikan manusia terus meningkatkan kecerdasaan dan cara berpikirnya.
Jadi disimpulkan, maka inti dari kebudayaan adalah nilai-nilai dasar dari segenap wujud kebudayaan atau hasil kebudayaan. Nilai-nilaii budaya dan segenap hasilnya adalh muncul dari tata cara hidup yang merupakan kegiatan manusia atas nilai-nilai budaya yang dikandungnya.
3. Hubungan manusia dengan kebudayaan
Dipandang dari sudut antropologi, manusia dapat ditinjau dari 2 segi, yaitu:
• Manusia sebagai makhluk biologi
• manusia sebagai makhluk sosial-budaya
Sebagai makhluk biologi, manusia dipelajari dalam ilmu biologi atau anatomi; dan sebagai makhluk sosial-budaya manusia dipelajari dalam antropologi budaya. Antropolgi budaya menyelidiki seluruh cara hidup manusia, bagaimana manusia dengan akal budinya dan struktur fisiknya dapat mengubah lingkungan beedasarkan pengalamannya. Juga memahami, menuliskan kebudayaan yang terdapat dalam masyarkat manusia.
Akhirnya terdapat suatu konsepsi tentang kebudayaan manusia yang menganalisis tentang masalah-masalah hidup sosial kebudayaan manusia.Konsepsi tersebut ternyata memberi gambaran kepada kta bahwasanya hanya manusialah yang mampu berkebudayaan.Sedangkan pada hewan tidak memiliki kemampuan tersebut.Mengapa hanya manusia saja yang dapat memiliki kebudayaan?Hal ini dikarenakan manusia dapat belajar dan dapat memahami bahasa, yang kesemuanya itu berusmber pada akal manusia.
Kesimpulannya bahwa hanya manusialah yang dapat menghasilkan kebudayaan, dan sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa manusia.
4. Hubungan masyarakat dengan kebudayaan
Masyarakat adalah kumpulan manusia yang hidup dalam suatu daerah tertentu, yang telah cukup lama, dan mempunyai aturan-aturan yang mengatur mereka, untuk menuju kepada tujuan yang sama.
Dalam masyarakat tersebut manusia selalu memperoleh kecakapan, pengetahuan-pengetahuan baru sehingga penimbunan itu dalam keadaan yang sehat dan selalu bertambah isinya.Memang kebudayaan itu bersifat comulatif, bertimbun. Dapat diibaratkan : manusia adalah sumber kebudayaan, dan masyarakat adalah danau besar, dimana air dari sumber-sumber itu mengalir dan tertando. Manusia mengambil air dari danu itu. Maka dapatlah dikatakan manusia itu “mengangsu apikulan warih” (ambil air berpikulan air), sehingga tidaklah habis air dalam danau itu melainkan bertambah banyak karena selalu ditambah oleh orang yang mengangsu itu. Jadi erat sekali hubungan antara masyarakat dengan kebudayaan.Kebudayaan tak mungkin timbul tanpa adanya masyarakat, dan eksistensi masyarakat itu hanya dapat dimungkinkan oleh adanya kebudayaan.
5. Hubungan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan.
Masyarakat dan kebudayaanmerupakan satu kesatuan yang tidak dapat lagi dipisahkan dalam artinya yang utuh.Karna ketiga unsur inilah kehidupan makhluk sosial berlangsung.
Masyarakat tidak dapat disahkan daripada manusia, karena hanya manusia saja yanag hidup bermasyarakat yaitu hidup bersama sama dengan manusia lain dan saling memandang sebagai penanggung kewajiban dan hak. Sebaliknya mnusia pun tidak dapat dipisahkan dari masyarakat.Seoramg manusia yang tidak pernah mengalami hidup bermasyarakat, tidak dapat menunaikan bakat bakat manusianya yaitu mencapai kebudayaan. Dengan kata lain, dimana orang hidup bermasyarakat, pasti akan timbul kebudayaan.
Adanya kebudayaan di dalam masyarakat itu merupakan bantuan yang besar sekali pada individu-individu, baik sejak permulaan adanya masyarakat sampai kini, di dalam melatih dirinya memperoleh dunianya yang baru. Dari setiap generasi manusia, tidak lagi memulai dan mengali yang baru, tetapi menyempurnakan bahan-bahan lama menjadi yang baru dengan berbaga macam, kemudian menjadi generasi yang baru itu telah menjadi kewajiban meneruskan ke generasi selanjutnya segala apa yang mereka telah pelajaru dari masa lampau dan apa yang mereka sendiri telah tambahkan pada aspek keseluruhan kebudayaan itu.
Setiap kebudayaan adalah sebagain jalan atau arah di dalam bertindak dan berpikir, sehubung dengan pengalaman-pengalaman yang fundamental, dari sebab itulah kebudayaan itu tidak dapat dilepaskan dengan individu dan masyarakat.Dan akhirmya dimana manusia hidup bermasyarakat disanalah ada kebudayaan dan kesemuanya menjadi benda penyelidikan sosiologi.
6. Tanggung jawab manusia atas kewajiban
Barang siapa berkata “bebas” sekaligus juga berkata “bertanggung jawab”. Kalau benarlah manusia bebas dalam menciptakan kebudayaan, ia bertanggung jawab juga atau hasil dan pelaksanaannya. Bertanggung jawab berarti merasa terlibat dan ikut memiliki secara pribadi, sehingga secara kebudayaan harus sesuai dengan hati nurani jangan bertanya apa yang kuwarisi tetapi apa yang dapat kuwariskan dalam bidang kebudayaan. Misalnya, manusia sebagai pengatur hubungan sosial bertanggung jawab agar system kemasyarakatan sungguh ditopang oleh peri kemanusiaan.Nilai-nilai system kemasyarakatan colonial atau feudal yang tidak dapat dipertanggung jawabkan lagi, harus diganti, disesuaikan dengan perkembangan zaman.
7. Manusia diciptakan oleh kebudayaan
Manusia diciptakan oleh kebudayaan tertentu dan di dalam lingkungan kebudayaan tertentu.Sudah dikatakan, bahwa manusia harus membudaya supaya tidak menjadi korban keadaan alamai dan naluri-nalurinya tidak terpadu yang menghancurkan.Makhluk yang lahir di dunia ini belum dikatakan manusia melainkan harus dijadikan manusia. Manusia menjadi manusia oleh kebudayaan, yaitu system pendidikan, bahasa, tata sopan santun, adat istiadat, agama dan lain lain. Contoh : di Jawa Tengah orang baru dipandang manusia dewasa, bila ia dapat bergaul menurut kaidah-kaidah kebudayaan Jawa. Manusia (wong). Selain kebudayaan menghasilkan manusia, kebudayaan menghasilkan juga manusia tertentu. Contoh: kebudayaan amerika menghasilkan manusia amerika, kebudayaan manusia Indonesia menghasilkan manusia Indonesia dan kebudayaan manusia batak menghasilkan manusia batak
Proses yang menyebabkan anak kecil menjadi dewasa menurut pola kebudayaan tertentu dusebut proses “enkulturasi”(pembudayaan).
B.PENGERTIAN BUDAYA
Budaya adalah bentuk jamak dari kata “budi” dan “daya” yang berarti cinta, karsa, dan rasa. Kata “budaya” sebenarnya berasal dari bahasa sanskerta, budhayah , yaitu bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, berasal dari kata colera. Colera berarti mengola, dan mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah(bertani) .
Dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.Kebudayaan atau budaya menyangkut keseluruhan aspek kehidupan manusia baik material maupun nonmaterial. Kebudayaan dipengaruhi oleh pandangan evolusionisme, yaitu suatu teori yang mengatakan bahwa kebudayaan itu akan berkembang dari tahapan yang sederhana menuju tahapan yang lebih kompleks.
Budaya urf dalam perspektif Islam
Dalam kehidupan manusia kebudayaan memegang peranan penting, dengan kebudayaan manusia merasakan adanya ketenangan batin yang tidak didapatkan dari manapun. Karena dengan adanya kebudayaan maka manusia dapat bersosialisasi dengan mahluk yang lain. Budaya suatu daerah dengan daerah lainnya memiliki berbagai bentuk dan cirri tersendiri, perbedaan kebudayaan tersebut disebabkan faktor lingkungan, faktor alam, dan faktor manusia itu sendiri serta berbagai faktor lainnya yang menimbulkan keberagaman budaya tersebut .
Sistem budaya merupakan komponen dari kebudayaan yang bersifat abstrak dan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan, konsep, serta keyakinan dengan demikian system kebudayaan merupakan bagi anda kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut sebagai adat istiadat. Dalam adat istiadat terdapat juga system norma dan di situlah salah satu fungsi system budaya adalah menata serta menetakan tindakan-tindakan dan tingkah laku manusia.
Sistem kebudayaan suatu daerah akan menghasilkan jenis-jenis kebudayaan yang berbeda. Jenis kebudayaan ini dapat dikelompokan kedalam 2 yaitu:
− Kebudayaan material. Kebudayaan material antara lain hasilcipta, karsa, yang berwujud benda, barang alat pengolahan alam, seperti gedung, pabrik, jalan, rumah dan sebagainya.
− Kebudayaan non-material. Merupakan hasil cipta, karsa, yang benwujud kebiasaan, adat istiadat, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Non-material antara lain adalah :
(1) Cara (usage). Proses interaksi yang terusmenerusakanmelahirkanpola-polatertentu yang disebutcara (usage). Norma yang disebutcarahanyamempunyaikekuatan yang lemah disbanding norma yang lain. Pelanggaranterhadapnormainihanyadisebuttidaksopan, misalnyamakansambilberdiri, berdecak, bersendawa, dan sebagainya.
(2) Volkways (normakelaziman/kebiasaan). Kebiasaanadalahperbuatan yang diulang-ulangdalambentuksama, merupakancerminbahwa orang tersebutmenyukaiperbuatannya. Contohnyabertutursopansantun, member salam, menghormati orang tua. Pelanggaranterhadapnormainiakandianggapsebagaipenyimpanganterhadapkebiasaanmasyarakat. Sanksiterhadappelanggaraniniberupateguran, sindiran, dipergunjingkan dan sebagainya yang sifatnyasangsimasyarakat, yang mungkindianggapringan.
(3) Mores (Norma tata kelakuan / normakesusilaan). Mores adalahaturan yang berlandaskan pada apa yang baik dan seharusnyamenurutajaran agama, filsafatataunilaikebudayaan. Pelanggaranterhadapusege, folkways hanyaakandianggapanehatautidaksopan, tetapipelanggaranterhadapan mores akandisebutjahat. Contohterhadap mores adalahberzinah.Sanksinyaberat, dirajamataudiusirdari kampung halamannya. Karena sanksinya yang berat mores disebutnormaberat.
Sifathakikidarikebudayaantersebutantara lain:
1) Budayaterwujud dan tersalurkandariperilakumanusia.
2) Budayatelahadaterlebihdahuludaripadalahirnyasuatugenerasitertentu dan tidakakanmatidenganhabisnyausiagenerasi yang bersangkutan.
3) Budayadiperlukan oleh manusia dan diwujudkandalamtingkahlakunya.
4. Budayamencakupaturan-aturan yang berisikankewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang, dan tindakan-tindakan yang diijinkan.
C. ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA
Perjalanankebudayaanmanusiadalamsejaraheratkaitannyadenganpendidikan. Sebabsemuamateri yang terkandungdalamkebudayaan yang diperolehmanusiaselaindilaluisecarasadar juga dilaluidengan prosesbelajar. Ada kebudayaan masa lalu yang tetapdipertahankandalamkebudayaan masa kini, ada juga yang ditinggalkanatautidakdigunakan. Meskipundemikiantidakmenutupkemungkinankebudayaan pada masa lalu yang pernahditinggalkan akankembalidigunakan oleh generasimendatang.
Kebudayaan Indonesia adalah salah satudarisekianbanyakkebudayaan yang ada di dunia. Keberadaannya-samadengankebudayaan lain telahberlangsungdalamwaktu yang lama. Pertemuanantarkebudayaan di Indonesia, sudahdimulaisejakmasuknya agama hindu dan Buddha. Kebudayaandaerah Indonesia yang masihsederhanakemudianbertemudengan agama hindu dan Buddha yang menjadisedemikianmeluas dan dianut oleh masyarakat di Indonesia.
Untukitupentingbagikitamelakukanupayapengembangankebudayaan Indonesia secaraterus-menerus.Rumusannilai-nilailuhur yang tertuangdalam UUD 1945 dan pancasilaperluuntukterusdisempurnakansecaraberkelanjutan agar kebudayaannasionalsebagaiidentitaskebangsaanteraktualisasisecaranyatadalamkehidupanberbangsa dan bernegarakita. Prinsip-prinsip pengembangan kebudayaan Indonesia sebagaimanatelahdilakukanoleh generasisebelumnyapentingmempertimbangkanhal-halberikut:
a. Tujuan
b. Tanggungjawab
c. Menepatijanji
d. Toleransi
e. Berpedoman pada kebudayaan Indonesia
f. Tanamkanniatsejakdini pada kebudayaandaerah Indonesia
g. Mempelajari dan mengenalikebudayaandaerah Indonesia (tarian, kerajinantangan, senibertutur, alat music, membangunrumahkebudayaandaerah dan lain-lain).
Mengenali dan mengembangkankebudayaan Indonesia adalahtugas yang diemban oleh setiapwarga Negara Indonesia.Jangantinggalkankebudayaan Indonesia karenakekayaanmenungguuntukdikenali, hinggaakhirnyadapathidupmencapaikebesarannya, yang dahulupernahdimiliki. Kebudayaan yang ditampilkankebanyakangenerasimudasaatinibukanmelalui proses belajar dan secarasadarmewakilikebutuhanmendasarmereka, tetapilebihmengikutitrenkebudayaanbarudariluar (budaya global). Realitasosialkarenatransformasi yang signifikan pada corekebudayaanitusendiri, yaknipolaataucaraberpikir dan caramemandang dunia (al-mudra, 2007a dan 2008a).
Ketikawarisanbudayatiadalagidiindahkan, maka yang akanterjadiialahsebuahkrisisidentitas (jatidiri). Finisikonsepsimbolataulambnagialahsegalasesuatu yang dinamakandimanamaknadarisuatu symbol itumengacu pada konsepsi yang dibuat oleh komunitasmasyarakattertentu.Kebudayaan yang harusditanamkansetiapgenerasibangsaterhadapkebudayaannusantaradenganmenjagasikapjujur dan tanggungjawabterhadapsetiapperubahannilai, aktivitasbersosial dan bermasyarakatsertaprodukkebudayaan yang dihasilkannya.Tanpaharustertutupterhadapkebudayaanluar, pelestariankebudayaansendirimerupakanprioritasutamauntukmenegaskanidentitaskebangsaan dan kenegaraankita.
Dasar Urfdalam Islam dinyatakan oleh Nabi, bahwa “suatukebiasaanatautradisi yang baikbagiumat Islam makabaik pula bagi Allah dan sebaliknyajikatradisiataukebudayaan yang burukbagiumat Islam makaburuk pula bagi Allah”.(HR. Abu Ya’la, Al-Hakim, dan Ahmad) .
Selainhadis Nabi di atasdidalam kitab suci al-qurandisebutkan juga dasar/dalildariUrfsebagaimanaterdapat pada surah Al-Hajj ayat 78 berikutini:
وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ ۖ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ
Dan berjihadlahkamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.Diatelahmemilihkamu dan Diasekali-kali tidakmenjadikanuntukkamudalam agama suatukesempitan.(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telahmenamaikamusekalian orang-orang muslimdaridahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itumenjadisaksiatasdirimu dan supayakamusemuamenjadisaksiatassegenapmanusia, makadirikanlahsembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglahkamu pada tali Allah. DiaadalahPelindungmu, makaDialahsebaik-baikPelindung dan sebaik-baikPenolong.
D. PERWUJUDAN KEBUDAYAAN
Beberapa ilmuan seperti Talcott parson (sosiolog) dan alkroeber(antropolog) di mana wujud kebudayaan itu adalah sebagai suatu rangkaian tindakan dan aktivitas manusia yang berpola.
Koentjaraningrat mengemukakan bahwa kebudayaan itu dibagi atau digolongkan dalam tiga wujud, yaitu:
1. Wujud sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, dan peraturan.
Budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada tindakan, kelakuan, dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai sopan santun.Kebudayaan ideal ini dapat disebut adat atau adat istiadat, yang sekarang banyak disimpan dalam arsip, tape, dan computer.
2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivita serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
Sistem social wujud ini bisa diobservasi, difoto, dan didokumentasikan karena dalam sistem sosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat.Sistem sosial ini merupakan perwujudan kebudayaan yang bersifat konkret, dalam bentuk perilaku dan bahasa.
3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Wujud yang terakhir ini disebut pula kebudayaan fisik.kebudayaan fisik ini merupakan perwujudan kebudayaan yang bersifat konkret, dalam bentuk materi atau artefak .
E. SUBSTANSI (ISI) UTAMA BUDAYA
Substansi (isi) utama budaya merupakan wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan dalam masyarakat yang memberi jiwa kepada masyarakat itu sendiri, baik dalam bentuk maupun berupa sistem pengetahuan, nilai, pandangan hidup, kepercayaan, persepsi, dan etos kebudayaan.
1. Sistem pengetahuan
Sistem pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai makluksosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami:
a. alam sekitar
b. alam flora didaerah tempat tinggal
c. alam fauna di daerah tempat tinggal
d.zat-zat bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya
e. tubuh manusia
f. sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia
g. ruang dan waktu.
2. Nilai
Sesuatu dikatan memiliki nilai apabila berguna dan berharga (nilai kebenaran), indah (nilai estetika), baik (nilai moral atau etis), dan religious (nilai agama).
3. pandangan hidup
Pandangan hidup merupakan pedoman bagi suatu bangsa atau masyarakat dalam menjawab atau mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya.
4. Kepercayaan
Kepercayaan mengandung arti yang lebih luas daripada agama dan kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa.Manusia yang memiliki naluri untuk menghambakan diri kepada yang maha tinggi.
5. Persepsi
Suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat kata-kata yang digunakan untuk memahami kejadian atau gejala dalam kehidupan. Persepsi terdiri atas:Persepsi sensoris, Persepsi telepati, Persepsi clairvoyance.
6. Etos kebudayaan
Etos atau jiwa kebudayaan (dalam antropolog) berasal dari bahasa inggris berarti watak khas. Sering tampak pada gaya perilaku warga contohnya, kebudayaan batak dilihat oleh orang jawa,
sebagai orang yang agresif, kasar, kurang sopan, tegas, konsekuen, dan berbicara apa adanya.
F. SIFAT-SIFAT BUDAYA
Sifat tersebut bukan diartikan secara spesifik, melainkan bersifat universal. Dimana sifat-sifat budaya itu akan memiliki ciri-ciri yang sama bagi semua kebudayaan manusia tanpa membedakan faktor ras, lingkungan alam, atau pendidikan , yaitu sifat hakiki yang berlaku umum bagi semua budaya dimanapun.
Sifat hakiki dari kebudayaan tersebut sebagai berikut:
1. Budaya terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia.
2. Budaya telah ada terlebih dahulu daripada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.
3. Budaya diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya.
4. Budaya mencangkup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang, dan tindakan-tindakan yang diizinkan.
G.SISTEM BUDAYA
Sistem budaya merupakan komponen dari kebudayaan yang bersifat abstrak dan terdiri atas pikiran-pikiran, gagasan, konsep, serta keyakinan dengan demikian sistem kebudayaan merupakan bagian dari dalam kebudayaan Indonesia lebih lazim disebut sebagai adat istiadat. Jenis kebudayaan ini dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Kebudayaan material
Kebudayaan material antara lain hasil cipta, karsa, yang berwujud benda, barang alat pengolahan alam, seperti gedung, pabrik, jalan, dan rumah.
2. Kebudayaan nonmaterial
Merupakan hasil cipta, dan karsa yang berwujud kebiasaan, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan sebagainya. Kebudayaan nonmaterial sebagai berikut:
~ volkways (norma kelaziman)
~ mores (norma kesusilaan)
~ norma hukum
~ mode (fashion).
H.MANUSIA SEBAGAI PENCIPTA DAN PENGGUNA KEBUDAYAAN
Tercipta atau terwujudnya suatu kebudayaan adalah sebagai hasil interaksi antara manusia dengan segala isi alam raya ini.Manusia memiliki kemampuan daya antara lain akal, inteligensia, dan intuisi; perasaan dan emosi; kemauan; fantasi; dan perilaku.
Ada hubungan dialektika anatara manusia dan kebudayaan.Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan.Kebudayaan ada karena ada manusia penciptanya dan manusia dapat hidup ditengan kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendukungnya.
Manusia merupakan makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan. Kebudayaan mempunyai fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat, beragai macam kekuatan harus dihadapi manusia dan masyarakat seperti kekuatan alam dan kekuatan lain. Kebudayaan masyarakat tersebut sebagian besar dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri .
I. PENGARUH BUDAYA TERHADAP LINGKUNGAN
Budaya yang dilakukan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat keduanya itu berkembang. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakat yang tampak dari luar, artinya orang asing.kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku, norma, nilai, dan aspek kehidupan lainnya yang akan menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya.
J.PROSES DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan adalah hasil cipta, karsa, dan rasa manusia karena kebudayaan mengalami perubahan dan perkembangannya sejalan dengan perkembangan manusia itu.Perkembangan tersebut dimaksutkan untuk kepentingan manusia sendiri karena kubudayaan diciptakan oleh dan uktuk manusia.
Perkembangan kebudayaan terhadap dinamika kehidupan seseorang bersifat kompleks dan memiliki eksistensi dan berkesinambungan dan juga menjadi warisan sosial.Kebudayaan yang dimiliki suatu kelompok sosial tidak akan terhindar dari pengaruh kebudayaan kelompok-kelompok lain dengan adanya kontak-kontak antar kelompok atau melalui proses difusi.
Perkembangan zaman mendorong terjadinya perubahan-perubahan dari segala bidang, termaksut dalam hal kebudayaan. Mau tidak mau kebudayaan yang dianut suatu kelompok sosial akan bergeser. Menimbulkan konflik antara kelompok-kelompok yang menghendaki perubahan dengan kelompok-kelompok yang tidak menghendaki perubahan.
K. PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN
Beberapa problematika kebudayaan antara lain :
1. Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan.
2. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang ini dapat terjadi antara masyarakat dan pelaksana pembangunan.
3. Hambatan budaya berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan.
4. Masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar.
5. Sikap tradisionalisme yang berperasangka buruk terhadap hal-hal baru.
6. Sikap etnosentrisme.
7. Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan , seringkali disalahgunakan manusia.
L. PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan mengalami perubahan secara dinamis seiring dengan perkembangan manusia itu sendiri, dan tidak ada kebudayaan yang bersifat statis. Dengan demikian, kebudayaan akan mengalami perubahan. Ada lima faktor yang menjadi penyebab perubahan kebudayaan, yaitu :
a. Perubahan lingkungan alam.
b. Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan suatu kelompok lain.
c. Perubahan karena adanya penemuan (discovery)
d. Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan materiel yang telah dikembangkan oleh bangsa lain ditempat lain.
e. Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsi suatu pengetahuan atau kepercayaan baru, atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas.
Namun perubahan kebudayaan sebagai hasil cipta, karsa, dan rasa manusia adalah tentu saja perubahan yang memberi nilai manfaat bagi manusia dan kemanusiaan. Sebaliknya, yang akan memusnahkan manusia sebagai pencipta kebudayaan tersebut.
1.PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai hasil pengungkapan diri manusia ke dalam materi sejauh diterima dan dimiliki oleh suatu masyarakat dan menjadi warisannya.Kata materi harus dimengerti dalam arti luas, sehingga mencakup juga badan dan relasi-relasi dengan orang lain.
Manusia harus menciptakan suatu kebudayaan, sebab tanpa kebudayaan ia makluk yang tidak berdaya, yang menjadi korban dari keadaannya yang tidak lengkap dan naluri-nalurinya yang tidak terpadu .misalnya: andaikata ia tidak dapat membuat senjata ia tidak dapat mempertahankan diri .
2. KEANEKARAGAMAN KEBUDAYAAN
Manusia mempunyai individualitas yang menyebabkannya berbeda dengan makhluk lain. Ia mempunyai profil pribadi yang unik. Berlaku bagi kelompok-kelompok manusia, suku-suku, dan sebagainya.Itulah sebabnya mengapa kebudayaan yang diciptakan oleh manusia beraneka ragam.
Kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang dan kelompok orang, meliputi segala perbuatan manusia. Manusia tidak tengelam dalam alam, ia selalu mengutik-utik lingkungan hidup alaminya.
Konsep kebudayaan bersifat dinamis, kebudayaan bukan kata benda, melainkan kata kerja.Tradisi pun dapat dan harus diubah, adanya interaksi antara harta warisan dan manusia yang mewarisinya.
3. KEBEBASAN MANUSIA DALAM MENCIPTAKAN KEBUDAYAAN
Manusia mengatasi alam raya. Untuk sebagaimana ia terikat dengan alam, selalu harus mengajak alam untuk turut serta dalam segala kegiatannya. Tetapi dilain pihak, ia mengatasi alam. Artinya, ia bebas mengubah dan memilih dari banyak kemungkinan nya. Atas keputusannya sendiri ia dapat berpantang dan berpuasa misalnya, kebebasan ia dapat merencanakan hari depannya, memberi arah kepada proses kebudayaan.
4.TANGGUNGJAWAB MANUSIA TERHADAP KEBUDAYAAN
Bertanggung jawab berarti merasa terlibat dan ikut memiliki secara pribadi, sehingga kebudayaan harus sesuai dengan hati nurani.nilai-nilai sistem kemasyarakatan kolonial atau feodal yang sudah tidak dapat dipertangungjawabkan lagi, harus diganti, disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Nomor 55: manusia pencipta kebudayaan. Tumbuh kesadaran akan otonomi manusia serta tangung jawabnya.
Nomor 56: beberapa tantangan. Komunikasi kebudayaan jangan mengacaukan kehidupan masyarakat dan meninggalkan kearifan para leluhur.Ilmu dan teknologi harus diserasikan dengan kebudayaan rohani seperti dikembangkan oleh studi humaniora klasik.
Nomor 57: tugas kita bersama membangun dunia yang lebih manusiawi. Ilmu dan teknologi tidak dapat mengantar kita kepada dasar-dasar kehidupan (kepada the ultimate reality) .
5. MANUSIA DICIPTAKAN OLEH KEBUDAYAAN
Manusia harus membudaya supaya tidak menjadi korban keadaan alami dan naluri-nalurinya yang tidak terpadu yang menghancurkan.Manusia menjadi manusia oleh kebudayaan, yaitu sistem pendidikan, bahasa, tata sopan santun, adat-istiadat, agama, dan lain-lain. Proses yang menyebabkan seorang anak kecil menjadi dewasa menurut pola kebudayaan tertentu disebut proses”enkulturasi” (pembudayaan.)
Nomor 58: dasar inkulturasi (khusus untuk mahasiswa yang katolik)
Nomor 59 : kebudayaan diarahkan pada penyempurnaan pribadi manusia yang utuh, pada kepentingan masyarakat dan seluruh umat manusia.
Karena kebudayaan langsung bersumber dari kodrat manusia yang rasional dan sosial, maka ia membutuhkan kebebasan yang wajar untuk mengembangkan dirinya dan kemampuan yang sah untuk bertindak otonom menurut asasnya sendiri.
Nomor 60 : hak semua orang atas harta kebudayaan.
Harap diusahakan, agar semua orang menikmati kebudayaan dasar (basic cultural values) antara lain dengan memberantas buta aksara.
Nomor 61 : pendidikan untuk kebudayaan manusia yang utuh.
Makin sukar mempertahankan citra manusia universal.Pribadi manusia yang utuh meliputi nilai daya nalar, kehendak, hati nurani, dan persaudaraan.Pengasuh pendidikan yang yang pertama dan utama adalah keluarga.
Nomor 62 : pentingnya seni dan sastra bagi kehidupan beragama.
Seni dan sastra mengungkapkan masalah dan pengalaman manusia, suka dan dukanya.Seni dan sastra harus diberi tempat yang wajar dan terhormat dalam kehidupan kelompok beragama .
Kebudayaan = cultuur (bahasa belanda) = culture (bahasa inggris) = tsagafah (bahasa arab); berasal dari perkataan latin “colere” yang artinta mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.”
Ditinjau dari sudut bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta “budhayah” yakni bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Jadi kebudayaan adalah hasil budi atau akal manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup.
E.B. Tayor dalam bukunya “primitive culture” kebudayaan adalah komplikasi “jalinan” dalam keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keagamaan, hokum, adat istiadat serta lain-lain kenyataan dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan manusia sebagai anggota masyarakat.” (culture is that complex whole and other capability acquired by man as a member of society) .
Kebudayaan material adalah : hasil cipta, karsa yang berwujud benda-benda atau barang-barang atau alat-alat pengolahan alam, seperti : gedung, pabrik-pabrik, jalan-jalan, rumah-rumah, alat- alat komunikasi, alat-alat hiburan, mesin-mesin dan sebagainya.
Kebudayaan nonmaterial adalah : hasil cipta, karsa yang berwujud kebiasaan-kebiasaan atau adat istiadat, kesusilaan, ilmu pengetahuan, keyakinan, keagamaan dan sebagainya.
Dengan hasil budaya manusia, maka terjadilah pola kehidupan, dan pola kehidupan inilah yang menyebabkan hidup bersama dan dengan pola kehidupan ini pula dapat mempengaruhi cara berpikir dan gerak sosial.
a. Hubungan manusia dan kebudayaan.
Bahwa manusia yang dapat menghasilkan kebudayaan, dan sebaliknya tidak ada kebudayaan adanya manusia.
b. Hubungan masyarakat dengan kebudayaan.
Kebudayaan tak mungkin timbul tanpa adanya masyarakat dan eksistensi masyarakat itu hanya dapat dimungkinkan oleh adanya kebudayaan.
c. Hubungan manusia, masyarakat, dan kebudayaan.
Hidup bersama-sama dengan manusia lain dan saling memandang sebagai penangung kewajiban dan hak. Sebaliknya manusia pun tidak dapat dipisahkan dari masyarakat.Seorang manusia yang tidak pernah mengalami hidup bermasyarakat tidak dapat menunaikan bakat-bakat kemanusiyaannya yaitu mencapai kebudayaan.
Karena pengertian kebudayaan itu amat luas, maka koentjaraningrat merumuskan bahwa sedikitnya ada tiga wujud kebudayaan:
1. Wujud ide, gagasan, nilai-nilai, norma, peraturan.
2. Wujud kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat
3. Wujud benda-benda hasil karya manusia (koentjaraningrat, 1974) .
6.Pengertian kebudayaan
Pemilihan definisi kebudayaan yang tepat sangat sukar karena begitu banyak orang yang mendefinisikannya. Enam diantarannya akan dibahas, terdiri atas tiga buah dari budayawan Indonesia dan tiga lagi dari bangsa asing .
a. Ki hajar dewantara
Hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
b. Sutan takdir alisyahbana
Manifestasi dari cara berpikir sehingga menurutnya pola kebudayaan itu sangat luas sebab semua laku dan perbuatan tercakup didalamnya dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikir termasuk di dalamnya perasaan karena perasaan juga merupakan maksud dari pikiran.
c. Koentjaraningrat
Keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar serta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
d. A.L. Kroeber dan C. Kluckhohn
Manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
e. Malinowski
Bahwa kebudayaan pada prinsipnya berdasarkan atas berbagai sistem kebutuhan manusia.Tiap tingkat kebutuhan itu menghadirkan corak budaya yang khas.
f. C.A. van peursen
Bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manisfestasi kehidupan setiap orang dan kehidupan setiap kelompok orang berlainan dngan hewan maka manusia tidak dapat hidup begitu saja ditengah alam.
Menurut Dr. H. Th. Fischer dalam bukunya pengantar antropologi, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi kebudayaan dan secara garis besar disebut berikut ini .
a. Faktor kitaran geografis(lingkungan hidup, geografisch milleu)
b. Faktor induk bangsa
c. Faktor saling kontak antarbangsa
7.Memahami kebudayaaan
a. Unsur kebudayaan
ada tujuh unsur dalam kebudayaan universal, yaitu :
1. Sistem religi dan upacara keagamaan merupakan produk manusia sebagai homo religious.
2. Sistem organisasi kemasyarakatan merupakan produk dari manusia sebagai homo socius.
3. Sistem pengetahuan merupakan produk dari manusia sebagai homo sapiens.
4. Sistem mata pencarian hidup yang merupakan produk dari manusia sebagai homo economicus.
5. Sistem teknologi dan peralatan merupakan produksi dari manusia sebagai homo faber.
6. Bahasa merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens.
7. Kesenian merupakan hasil dari manusia sebagai homo esteticus.
b. wujud kebudayaan
pendapat umum mengatakan ada dua wujud kebudayaan. Pertama, kebudayaan bendaniah (material) yang memiliki ciri dapat dilihat, diraba dan dirasa sehingga lebih konkret atau mudah dipahami.Kedua, kebudayaan rohaniah (spiritual) yang memiliki ciri dapat dirasa saja.
Koentjaraningrat dalam karyanya kebudayaan, mentalitet, dan pembangunan menyebutkan bahwa paling sedikit ada tiga wujud kebudayaan yaitu :
1. Sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya.
2. Sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpol dari manusia dalam masyarakat.
3. Sebagai benda- benda hasil karya manusia.
Wujud ide adalah kebudayaan rohaniah, yaitu yang memiliki ciri hanya dapat dirasakan, tetapi tidak dapat dilihat dan diraba. Menurut C. Kluckhohn dalam karyanya variations in value orientation (1961), sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan yang ada di dunia sebenarnya berkisar pada lima masalah pokok dalam kehidupan manusia, yaitu :
1. Hakikat dari hidup manusia
2. Hakikat dari karya manusia
3. Hakikat kedudukan manusia dakam rangka waktu
4. Hakikat pandangan manusia terhdap alam
5. Hakikat hubungan manusia dengan sesamanya
8. Sifat-sifat kebudayaan
masing-masing diuraikan sebagai berikut:
1. Kebudayaan beraneka raga
2. Kebudayaan dapat diteruskan secara sosial dengan pelajaran
3. Kebudayaan dijabarkan dalam komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4. Kebudayaan mempunyai struktur
5. Kebudayaan mempunyai nilai
6. Kebudayaan mempunyai nilai statis dan dinamis
7. Kebudayaan dapat dibagi dalam bermacam-macam bidang atau aspek
9.Budaya daerah
Indonesia terkenal sebagai bangsa yang memiliki budaya majemuk (pluralistic). Faktor-faktor yang menyebabkan antara lain sebagai berikut ini.
a. Wilayah
Wilayah Indonesia terdiri atas beribu-ribu pulau.Menurut angka resmi terakhir Indonesia terdiri atas 13.667 pulau (dugaan baru lebih dari 17.000 pulau).Hal tersebut menyebabkan pendudukya hidup terpencar-pencar.
b. Penduduk
Bermacam-macam keturunan, ras ataupun bangsa.Di Indonesia bagian timur, penduduk asli Indonesia.Di Indonesia bagian barat, penduduk aslinya termasuk ras mongoloil subras melayu.Keanekaragaman bangsa Indonesia masih ditambah lagi dengan penduduk hasil dari perkawinan campuran.
c. Kepentingan
Antara masyarakat satu dan masyarakat yang lain memiliki perbedaan budaya sesuai dengan mata pencahariannya. Pendidikan bagi masyarakat petani dan nelayan kurang diperlukan. Suatu daerah budaya tidaklah sama dengan daerah pemerintahan (public administration atau political administration).
Dengan telah diterimanya wawasan nusantara sebagai milik bangsa Indonesia, maka pemikiran Indonesia sebagai suatu kesatuan.Hal-hal yang masih bersifat kedaerahan berangsur-angsur mengarah untuk dapat dijadikan milik bangsa.
10.strategi kebudayaan
Pengertian bahwa kebudayaan itu seharusnya tiak saja menjangkau masa sekarang, tetapi juga harus dapat menjangkau masa depan bangsa Indonesia sehingga dapat dipertangungjawabkan.
Asas-asas yang bersumber pada pancasila tersebut dapat dibedakan atas dua bagian. Bagian pertama terkandung asas-asas pokok sebagaimana yang disebutkan langsung dalam pancasila, seperti asas ketuhanan, asas kemanusiaan yang adil dan beradab, asas kesatuan bangsa, asas kerakyatan, dan asas keadilan sosial. Bagian kedua terkandung asas-asas penguat seperti asas kebhinekaan, asas kreativitas, dan asas ketuhanan dan kelangsungan hidup bangsa, serta asas kekeluargaan.
Drs. Slamet Sutrisno dalam bukunya sedikit tentang strategi kebudayaan nasional menyebutkan sebagai berikut .
a. Alkuturasi berarti percampuran dua atau lebih kebudayaan yang dalam percampurannya masing-masing unsurnya lebih tampak.
b. Progresivitas berarti maju.
c. Sistem pendidikan diindonesi harus mampu menanamkan kebudayaan sosial.
d. Kebijaksanaan bahasa nasional, bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi di Indonesia, melalui bahasa nasional tersebut telah dilakukan komunikasi yang baik dan efektif dalam menunjuang persatuan.
e. Sosialisasi pencasila.
Selo soemardjan dan soelaiman soemardi, yang merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa dan cipta masyarakat.
Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
1. Ilmu-ilmu alamiah(natural science).
2. Ilmu-ilmu sosial (social science).
3. Pengetahuan budaya (the humanities).
Mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan yang diharapkan :
1. Mengusahakan kepekaan mehasiswa terhadap lingkungan budaya.
2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin.
4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.
Masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbanagn untuk menentukan ruang lingkup kajian yaitu :
1. Berbagai aspek kehidupan
2. Hakekat manusia yang satu atau universal.
Kebudayaan adalah Keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar, yang semuanya sersusun dalam kehidupan masyarakat. sebagai berikut :
1. Bahwa kebudayaan adalah segala sesuatu yang dilakukan dan dihasilkan manusia.
2. Bahwa kebudayaan itu tidak diwariskan secara generatif(biologis).
3. Bahwa kebudayaan itu diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
4. Kebudayaan itu adalah kebudayaan manusia.
Persepsi budaya terhadap teknologi
Teknologi selalu dikaitkan dengan ilmu pengetahuan,karena pada dasarnya teknologi adalah penerapan ilmu pengetahuan, teknologi hanya berkembang sejauh didukung oleh sikap-sikap budaya yang mampu memberikan kondisi yang mengimbanginya. Masuknya teknologi dari barat kemasyarakat diasia memerlukan proses penyesuaian budaya. Polemic kebudayaan pada hakikatnya menunjukkan kesadaran bahwa kemajuan bangsa dimasa depan menuntut sikap-sikap budaya baru secara mendasar .
Kebudayaan timur menghambat kemajuan, sedangkan masuknya kebudayaan barat akan merusak kebudayaan timur.
DAFTAR PUSTAKA
ahmdi Abu.ilmu sosial dasar. (Jakarta : PT RINEKA CIPTA, 2003).
Bachtiar Harsya (ed).masyarakat dan kebudayaan.(Jakarta: djambatan, 1988).
Hartono dick.ilmu budaya dasar.(Jakarta: kencana, 2006).
Hartoko Dick, dkk.ilmu budaya dasar.(Jakarta: gramedia,1995).
Hartoko, dkk.ilmu budaya dasar. (Jakarta:PT prenhallindo, 2001).
Kama Setiawan,dkk.ilmu sosial budaya dasar.(Jakarta: KENCANA ,2012).
Mustopo Habib.ilmu budaya dasar.(Surabaya: usaha, 1988).
Nurhidayati, dan Mawardi.ilmu alamiah dasar, ilmu sosial dasar dan ilmu budaya dasar.(bandung: pustaka setia, 2000).
peursen van C.A.Strategi kebudayan.(Yogyakarta: yayasan kanisius, 1976).
Poespowardoyo Soerjanto.strategi kebudayaan suatu pendekatan filosofis.(Jakarta: gramedia pustaka utama, 1993).
Prasetya Tri Joko, dkk. ilmu budaya dasar. (Jakarta: pt rineka cipta,1991).
Setia M Elly, dkk. ilmu sosial budaya dasar. (Jakarta:gramedia,1995).
sped et Gaudiun. Tongak sejarah, pedoman arah.(Jakarta: dokpen MAWI, 1983).
Tumanggor Rusmin, dkk. ilmu sosial dan budaya dasar. (Jakarta: prenadamedia group,2016).
Widyosiswoyo Supartono.ilmu budaya dasar.(Jakarta: Ghalia Indonesia, 1996).
Widagdho Djoko.ilmu budaya dasar. (Jakarta: PT bumi aksara, 2010) .
Subhanallah materinya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih semoga bermanfaat bagi kita semua
BalasHapusgood job
BalasHapuslengkap banget pembahasannya, terimakasih
BalasHapusMantaaapp mudah difahami
BalasHapusTerimakasih, dapat digunakan sbg referensi🙏
BalasHapus🖒
BalasHapusdetail sekali, terimakasih ilmunya
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat lengkap dan mudah dipahami
BalasHapusBagus pembahasan nya dan menarik
BalasHapusAlhamdulillah bagus
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAlhamdulillah menambah wawasan
BalasHapus👍👍👍👍👍
BalasHapus👍👍👍👍👍
BalasHapusbagus
BalasHapusbagus bagus
BalasHapusbagus bagus
BalasHapusbagus bagus
BalasHapusbagus
BalasHapusbagus
BalasHapusbagus
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusThank kak ilmunya
BalasHapusPenjelasan mudah dimengerti
BalasHapusmaterinya bagus ditambah lagi banyak refrensi yang diambil tapi Mungkin tampilannya blog bisa diperbaiki agar terlihat lebih menarik dan memudahkan pembaca untuk memahaminya.
BalasHapus